Minggu, 13 April 2014

Aghnia Rahmaniar Putri
041211231020
TEKNOLOGI
Teknologi merujuk pada proses serta metode yang mengubah masukan menjadi keluaran dalam organisasi. Tiga kontribusi utama yang mengantarkan kita pada pemahaman mengenai teknologi disampaikan oleh Joan Woodward, Charles Perrow, dan James Thompson.
Woodward mengajukan tiga jenis teknologi produksi: unit, mass, dan process. Kontribusi utamanya terletak pada pengidentifikasian hubungan yang mencolok antara kelas-kelas teknologi itu dan struktur selanjutnya dari perusahaan-perusahaan tersebut, dan menunjukan bahwa keefektifan perusahaan-perusahaan tersebut ada kaitannya dengan “kecocokan” antara teknologi dan struktur.
Perrow menawarkan pandangan yang lebih luas mengenai teknologi dengan melihat kepada pengetahuan. Ia mengidentifikasi dua dimensi dasar tentang teknologi pengetahuan (knowledge technology) : task variability (keanekaragaman tugas), dan problem analyzability (kemampuan menganalisis masalah). Kedua hal tersebut dikombinasikan untuk menciptakan empat jenis teknologi: routine, engineering, craft dan non-routine. Perrow berkesimpulan bahwa semakin rutin teknologi, maka makin terstruktur organisasinya.
Thompson memperlihatkan bahwa saling ketergantungan yang diciptakan oleh teknologi penting dalam menentukan struktur sebuah organisasi. Khususnya, ia mengidentifikasi teknologi Long-linked, mediating dan intensive; menentukan bagaimana masing-masing menanggapi ketidakpastian yang dihadapinya; dan meramalkan alat-alat koordinasi structural yang paling ekonomis bagi masing-masing teknologi.
Kami berkesimpulan bahwa technological imperative, jika memang ada, yang terbaik adalah jika didukung oleh penelitian pada tingkat tugas, paling besar kemungkinannya hanya digunakan untuk organisasi kecil saja dan terhadap pengaturan structural yang berada pada atau didekat pusat kegiatan, dan bahwa “kerutinan” adalah persamaan umum yang mendasari kebanyakan penelitian tentang teknologi.
Akhirnya, bukti menunjukan bahwa teknologi rutin secara positive berhubungan dengan kompleksitas yang rendah dan formalisasi yang tinggi. Teknologi rutin secara positive berhubungan dengan sentralisasi, namun hanya jika formalisasinya rendah.
SOAL
  • Di bawah kondisi apa kemungkinan besar teknologi menjadi determinan utama dari struktur?
Nama        : Ni L Pt Sipta Dewi Anindita
NIM        : 041211232135
Kelas        : J



CHAPTER 7 – TEKNOLOGI


    Teknologi merujuk pada informasi, peralatan, teknik, dan proses yang dibutuhkan untuk mengubah masukan menjadi keluaran dalam organisasi. Terdapat 4 kontribusi utama yang mengantarkan kita pada pemahaman mengenai teknologi itu :


  1. Dorongan pertama: Penelitian Woodward
Penelitannya berfokus pada teknologi produksi, adalah usaha besar pertama yang melihat struktur organisasi dari perspektif teknologi.
Latarbelakang
Woodward memilih kurang lebih seratus perusahaan manufaktur di Inggris Selatan. Woodward mengkategorikan perusahaan menjadi salah satu dari tiga jenis teknologi: unit, mass atau process production. Ia memperlakukan kategori tersebut sebagai sebuah skala dengan tingkat kompleksitas teknologis yang makin meningkat, dengan unit sebagai yang paling tidak kompleks dan proses sebagai yang paling kompleks.
Kesimpulan
Woodward menemukan bahwa terdapat : (1) hubungan yang jelas antara klasifikasi teknologi tersebut dan struktur selanjutnya dari perusahaan. (2) keefektifan organisasi ada kaitannya dengan “kesesuaian” anatara teknologi dan struktur. (3) komponen administrative berubah secara langsung berdasarkan jenis teknologi. (4) untuk setiap kategori pada skala teknologi (unit, mass, process) dan untuk setiap komponen structural, terdapat kisaran (range) yang optimal di sekitar titik median yang mencakup posisi perusahaan yang lebih efektif. (5) perbedaan antara temuannya dan petunjuk klasis dari teoritikus manajemen – prinsip ini didasarkan atas pengalaman para teoritikus tersebut dengan organisasi yang menggunakan teknologi mass-production. Woodward juga memperlihatkan adanya hubungan antara teknologi, struktur dan keefektifan.
Evaluasi
Karena semua perusahannya adalah perusahaan inggris, yang semuanya hamper mengkhususkan diri pada perusahaan manufaktur, maka generalisasi bagi semua organisasi, bahkan untuk manufaktur, maka generalisasi bagi semua organisasi, bahkan untuk semua perusahaan yang berada di luar inggris, harus diterima secara hati – hati.


  1. Teknologi Berdasarkan pengetahuan: Kontribusi dari Perrow
Perrow menawarkan pandangan yang lebih luas mengenai teknologi dengan melihat kepada pengetahuan. Ia mengidentifikasi dua dimensi dasar tentang teknologi pengetahuan, yaitu:
  1. Task variability: dimensi yang memperhatikan jumlah pengecualian yang dihadapi seseorang dalam pekerjaannya. Pengecualian tersebut jumlahnya sedikit jika pekerjaan itu mempunyai tingkat rutinitas yang tinggi.
  2. Process analyzability : dimensi yang menilai jenis prosedur pencarian yang diikuti untuk mendapatkan metode yang berguna agar dapat memberikan respons secara memadai terhadap pengecualian tugas.
Pada kedua hal tersebut dikombinasikan untuk menciptakan empat jenis teknologi yang masing – masing adalah: routine, engineering, craft, nonroutine.
Kemudian dari keempat jenis teknologi tersebut, Perrow berkesimpulan bahwa semakin rutin teknologi, maka semakin terstruktur organisasinya. Penjelasan: secara sederhana, dapat dikatakan bahwa cara terbaik menyelesaikan teknologi rutin adalah melalui koordinasi dan control yang distandardisasi. Teknologi tersebut harus dikaitkan dengan struktur yang mempunyai formalisasi maupun sentralisasi yang tinggi. Pada ujung lainnya, teknologi non rutin menuntut fleksibilitas. Pada dasarnya merka akan desentralisasi, mempunyai interaksi yang tinggi diantara semua anggota, dan mempunyai cirri tingkat formalisasi minim. Di tengahnya, craft teknologi mensyaratkan bahwa pemecahan masalah harus dilakukan oleh mereka yang paling banyak pengalaman dan pengetahuannya. Ini berarti desentralisasi. Dan engineering technology, karena mempunyai banyak pengecualian tetap juga proses pencarian yang dapat dianalisis, harus mempunyai pengambilan keputusan yang disentralisasi sambil tetap mempertahankan fleksibilitas melalui formalisasi yang rendah.


  1. Ketakpastian Teknologi: Kontribusi Thompson
Thompson memperlihatkan bahwa saling ketergantungan yang diciptakan oleh teknologi penting dalam menentukan struktur sebuah organisasi. khususnya, ia mengidentifikasikan teknologi menjadi 3 jenis, yaitu:
  1. Long-linked technology: merupakan tugas atau operasi yang saling berhubungan. Teknologi ini bercirikan sekuen langkah berulang tetap. Ciri: saling ketergantungan sekuensial
  2. Mediating technology: teknologi yang menghubungkan klien, baik yang pada sisi masukan maupun keluaran organisasi. ciri: saling ketergantungan kelompok
  3. Intensive technology: tanggapan yang disesuaikan dengan berbagai kontingensi. Tanggapan yang tepat begantung pada sifat dari masalah dan keanekaragaman masalah tersebut, yang tidak ramalkan secara tepat. Ciri : saling ketergantungan respirokal


  1. Task Uncertainty: Galbraith’s contribution


Mempertalikan semuanya: apa arti ini semua?
Pengaruh industry dan besaran.
Teknologi dan struktur merupakan konsep multidimensi. Akibatnya, ada kemungkinan bahwa teknologi berhubungan dengan struktur, meskipun tidak secara langsung dan sederhana.
Besaran. Serangan paling kuat terhadap technological imperative dating dari mereka yang menyatakan bahwa besaran organisasi merupakan determinan struktur yang kritis. Besaran ditemukan mempunyai pengaruh yang lebih dominan terhadap struktur. Maka besaran organisasi, maka semakin kecil peran yang dimainkan oleh teknologi. Makin kecil organisasi, makin kecil kemungkinannya bahwa seluruh organisasi tersebut akan ditimpa oleh arus kerja produksi atau inti operasinya.
Kesimpulan. Industri menghambat pilihan teknologi. Tetapi organisasi harus mencapai suatu besaran tertentu sebelum kemajuan dapat diperoleh dari keuntungan yang ditawarkan oleh teknologi yang lebih kompleks. Besaran menentukan teknologi.


Denominator yang sama: Kerutinan
Teknologi unit berhubungan dengan aktivitas yang dibuat atas pesanan atau yang tidak rutin; teknologi proses menjelaskan aktivitas yang diotomatisasi dan yang distandarisasi. Mass technology pada dasarnya rutin.
Tingkat unit kerja versus tingkat organisasi
Organisasi dan komponennya jarang sekali homogen.
Teknologi manufaktur versus teknologi jasa
Terdapat perbedaan yang nyata antara teknologi yang mendominasi kedua jenis organisasi tersebut. Jika para pneliti mengkombinasikan dua jenis organisasi tersebut, mereka mungkin akan menghapus hubungan yang ada. Dengan demikian, penelitian yang mengkombinasikan organisasi manufaktur dan jasa lebih kecil kemungkinannya menemukan adanya hubungan yang mencolok antara teknologi dan struktur.


Teknologi dan Struktur
Teknologi dan kompleksitas
Teknologi rutin positif berhubungan dengan kompleksitas yang rendah. Makin besar rutinisasi, maka makin sedikit jumlah kelompok pemegang jabatan dan semakin sedikit pelatihan yang didapat para professional. Teknologi nonrutin kemungkinan membawa kompleksitas yang tinggi. Sedangkan pekerjaan itu menjadi lebih canggih dan lebih disesuaikan dengan keinginan, rentang kendali akan semakin menyempit dan diferensiasi vertical meningkat.
Teknologi dan fomalisasi
Teknologi rutin secara positif berhubungan dengan formalisasi. Kerutinan secara mencolok dihubungkan dengan keberadaan sebuah manual peraturan, keberadaan uraian pekerjaan, dan tingkat sejauh mana uraian pekerjaan tersebut dispesifikasikan. Teknologi non rutin membutuhkan system kontrol yang mengizinkan adanya keleluasaan dan fleksibilitas yang tinggi. Harus hati – hati dalam mengeneralisasi dampak teknologi terhadap formalisasi. Formalisasi yang tinggi merupakan alat koordinasi yang efisien.
Teknologi dan sentralisasi
Hubungan teknologi sentralisasi membuahkan hasil yang tidak konsisten. Argumentasi yang logis adalah bahwa teknologi rutin akan dihubungkan dengan struktur yang disentralisasi. Teknologi non-rutin, yang akan lebih banyak menyandarkan diri pada pengetahuan seorang spesialis. Hubungan teknologi-sentralisasi dilunakkan oleh tinfkat formalisasi. Jika formalisasinya tinggi, teknologi rutin dapat diikuti sentralisasi.


Sumber:
Organisation Theory - Stephen P Robbins (fourth edition)

Made Putri Gita Pertiwi
041211233106/ J


CHAPTER 7 – TEKNOLOGI


Teknologi merujuk pada informasi, peralatan, teknik, dan proses yang dibutuhkan untuk mengubah masukan menjadi keluaran dalam organisasi. Terdapat 4 kontribusi utama yang mengantarkan kita pada pemahaman mengenai teknologi itu :


  1. Dorongan pertama: Penelitian Woodward
Penelitannya berfokus pada teknologi produksi, adalah usaha besar pertama yang melihat struktur organisasi dari perspektif teknologi.
Latarbelakang
Woodward memilih kurang lebih seratus perusahaan manufaktur di Inggris Selatan. Woodward mengkategorikan perusahaan menjadi salah satu dari tiga jenis teknologi: unit, mass atau process production. Ia memperlakukan kategori tersebut sebagai sebuah skala dengan tingkat kompleksitas teknologis yang makin meningkat, dengan unit sebagai yang paling tidak kompleks dan proses sebagai yang paling kompleks.
Kesimpulan
Woodward menemukan bahwa terdapat : (1) hubungan yang jelas antara klasifikasi teknologi tersebut dan struktur selanjutnya dari perusahaan. (2) keefektifan organisasi ada kaitannya dengan “kesesuaian” anatara teknologi dan struktur. (3) komponen administrative berubah secara langsung berdasarkan jenis teknologi. (4) untuk setiap kategori pada skala teknologi (unit, mass, process) dan untuk setiap komponen structural, terdapat kisaran (range) yang optimal di sekitar titik median yang mencakup posisi perusahaan yang lebih efektif. (5) perbedaan antara temuannya dan petunjuk klasis dari teoritikus manajemen prinsip ini didasarkan atas pengalaman para teoritikus tersebut dengan organisasi yang menggunakan teknologi mass-production. Woodward juga memperlihatkan adanya hubungan antara teknologi, struktur dan keefektifan.


  1. Teknologi Berdasarkan pengetahuan: Kontribusi dari Perrow
Perrow menawarkan pandangan yang lebih luas mengenai teknologi dengan melihat kepada pengetahuan. Ia mengidentifikasi dua dimensi dasar tentang teknologi pengetahuan, yaitu:
  1. Task variability: dimensi yang memperhatikan jumlah pengecualian yang dihadapi seseorang dalam pekerjaannya. Pengecualian tersebut jumlahnya sedikit jika pekerjaan itu mempunyai tingkat rutinitas yang tinggi.
  2. Process analyzability : dimensi yang menilai jenis prosedur pencarian yang diikuti untuk mendapatkan metode yang berguna agar dapat memberikan respons secara memadai terhadap pengecualian tugas.
Pada kedua hal tersebut dikombinasikan untuk menciptakan empat jenis teknologi yaitu: routine, engineering, craft, nonroutine. Kemudian dari keempat jenis teknologi tersebut, Perrow berkesimpulan bahwa semakin rutin teknologi, maka semakin terstruktur organisasinya. Penjelasan: secara sederhana, dapat dikatakan bahwa cara terbaik menyelesaikan teknologi rutin adalah melalui koordinasi dan control yang distandardisasi. Teknologi tersebut harus dikaitkan dengan struktur yang mempunyai formalisasi maupun sentralisasi yang tinggi. Pada ujung lainnya, teknologi non rutin menuntut fleksibilitas. Pada dasarnya mereka akan desentralisasi, mempunyai interaksi yang tinggi diantara semua anggota, dan mempunyai ciri tingkat formalisasi minim. Di tengahnya, craft teknologi mensyaratkan bahwa pemecahan masalah harus dilakukan oleh mereka yang paling banyak pengalaman dan pengetahuannya


  1. Ketakpastian Teknologi: Kontribusi Thompson
Thompson memperlihatkan bahwa saling ketergantungan yang diciptakan oleh teknologi penting dalam menentukan struktur sebuah organisasi. khususnya, ia mengidentifikasikan teknologi menjadi 3 jenis, yaitu:
  1. Long-linked technology: merupakan tugas atau operasi yang saling berhubungan. Teknologi ini bercirikan sekuen langkah berulang tetap. Ciri: saling ketergantungan sekuensial
  2. Mediating technology: teknologi yang menghubungkan klien, baik yang pada sisi masukan maupun keluaran organisasi. ciri: saling ketergantungan kelompok
  3. Intensive technology: tanggapan yang disesuaikan dengan berbagai kontingensi. Tanggapan yang tepat begantung pada sifat dari masalah dan keanekaragaman masalah tersebut, yang tidak ramalkan secara tepat. Ciri : saling ketergantungan respirokal


  1. Task Uncertainty: Galbraith’s contribution
Galbraith telah mengidentifikasi strategi desain organisasi yang berbeda untuk mengakomodasi berbagai tingkat ketidakpastian dan pengolahan informasi. Jay Galbraith memberikan perhatiannya pada masalah kepastian dari kegiatan organisasi dalam hubungannya dengan aspek perencanaan dan kebutuhan akan informasi dalam organisasi. Dalam pandangan Jay Galbraith organisasi dilihat sebagai tempat proses pemilihan atau seleksi informasi berlangsung. Akhirnya, kategori Galbraith juga memungkinkan untuk unsur routine. pekerjaan yang rutin memiliki ketidakpastian yang rendah dan tidak ada persyaratan besar untuk memproses informasi. alternatif pekerjaan non rutin cenderung memiliki ketidakpastian yang tinggi, dengan jauh lebih perlu untuk memproses informasi.


Mempertalikan semuanya: apa arti ini semua?
Pengaruh industry dan besaran.
Teknologi dan struktur merupakan konsep multidimensi. Akibatnya, ada kemungkinan bahwa teknologi berhubungan dengan struktur, meskipun tidak secara langsung dan sederhana.
Besaran. Serangan paling kuat terhadap technological imperative datang dari mereka yang menyatakan bahwa besaran organisasi merupakan determinan struktur yang kritis. Besaran ditemukan mempunyai pengaruh yang lebih dominan terhadap struktur. Makin besar  besaran organisasi, maka semakin kecil peran yang dimainkan oleh teknologi. Makin kecil organisasi, makin kecil kemungkinannya bahwa seluruh organisasi tersebut akan ditimpa oleh arus kerja produksi atau inti operasinya.
Kesimpulan. Industri menghambat pilihan teknologi. Tetapi organisasi harus mencapai suatu besaran tertentu sebelum kemajuan dapat diperoleh dari keuntungan yang ditawarkan oleh teknologi yang lebih kompleks. Besaran menentukan teknologi.


Denominator yang sama: Kerutinan
Teknologi unit berhubungan dengan aktivitas yang dibuat atas pesanan atau yang tidak rutin; teknologi proses menjelaskan aktivitas yang diotomatisasi dan yang distandarisasi. Mass technology pada dasarnya rutin.
Tingkat unit kerja versus tingkat organisasi
Organisasi dan komponennya jarang sekali homogen.
Teknologi manufaktur versus teknologi jasa
Terdapat perbedaan yang nyata antara teknologi yang mendominasi kedua jenis organisasi tersebut. Jika para pneliti mengkombinasikan dua jenis organisasi tersebut, mereka mungkin akan menghapus hubungan yang ada. Dengan demikian, penelitian yang mengkombinasikan organisasi manufaktur dan jasa lebih kecil kemungkinannya menemukan adanya hubungan yang mencolok antara teknologi dan struktur.


Teknologi dan Struktur
Teknologi dan kompleksitas
Teknologi rutin positif berhubungan dengan kompleksitas yang rendah. Makin besar rutinisasi, maka makin sedikit jumlah kelompok pemegang jabatan dan semakin sedikit pelatihan yang didapat para professional. Teknologi nonrutin kemungkinan membawa kompleksitas yang tinggi. Sedangkan pekerjaan itu menjadi lebih canggih dan lebih disesuaikan dengan keinginan, rentang kendali akan semakin menyempit dan diferensiasi vertical meningkat.
Teknologi dan fomalisasi
Teknologi rutin secara positif berhubungan dengan formalisasi. Kerutinan secara mencolok dihubungkan dengan keberadaan sebuah manual peraturan, keberadaan uraian pekerjaan, dan tingkat sejauh mana uraian pekerjaan tersebut dispesifikasikan. Teknologi non rutin membutuhkan system kontrol yang mengizinkan adanya keleluasaan dan fleksibilitas yang tinggi. Formalisasi yang tinggi merupakan alat koordinasi yang efisien.
Teknologi dan sentralisasi
Hubungan teknologi sentralisasi membuahkan hasil yang tidak konsisten. Argumentasi yang logis adalah bahwa teknologi rutin akan dihubungkan dengan struktur yang disentralisasi. Teknologi non-rutin, yang akan lebih banyak menyandarkan diri pada pengetahuan seorang spesialis. Hubungan teknologi-sentralisasi dilunakkan oleh tingkat formalisasi. Jika formalisasinya tinggi, teknologi rutin dapat diikuti sentralisasi.


Sumber: Organisation Theory - Stephen P Robbins (fourth edition)

Nama: Aga Heraldika Purnomo
NIM: 041211232158
TEKNOLOGI
Definisi
Teknologi didefinisikan sebagai pengetahuan, alat-alat, teknik dan kegiatan yang digunakan untuk mengubah input menjadi output. Karena itu dapat dikatakan bahwa teknologi meliputi seluruh proses transformasi yang terjadi dalam organisasi, menyangkut mesin-mesin yang digunakan, pendidikan dan keahlian karyawan, serta prosedur kerja yang digunakan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan (Lubis & Husaini : 1987 : 96).
Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang pengaruh teknologi dalam organisasi, ahli-ahli tersebut adalah:
Joan Woodward pada tahun 1950-an melakukan kajian terhadap 100 perusahaan manufaktur. Woodwaard mendapati berbagai aspek dari struktur organisasi dikaitkan dengan keberhasilan perusahaan secara komersial. Hasilnya ternyata tidak ada korelasi antara bentuk struktur organisasi dgn keberhasilan perusahaan. Kemudian Woodward mengklasifikasikan perusahaan menurut jenis tehnologinya yang diukur dari kompleksitas teknis. Kompleksitas teknis yang dimaksud adalah tingkat mekanisasi dan kepastian (predictability) proses manufaktur. Hasilnya diketemukan 10 kelas teknologi pada 100 perusahaan yang diteliti. Kemudian dikelompokkan menjadi tiga kelompok teknologi produksi.
  • Produksi Unit atau Tunggal
Produksi unit adalah perusahaan yang membuat produk secara tunggal atau dalam jumlah kecil sesuai pesanan.Teknologi produksi yang digunakan masih sederhana, yang menggantungkan pada kemampuan operator, tidak menggunakan peralatan atau mesin yang mekanis atau otomatis, kepastian terhadap jumlah dan keseragaman produk yang dihasilkan sangat rendah..
  • Produksi Massal
Pembuatan produk melalui proses panjang untuk menghasilkan produk dalam jumlah besar atau massal. Produksi ini menggunakan peralatan/mesin yang mekanis atau otomatis, dan memiliki kepastian tinggi terhadap jumlah maupun karakteristik produk yang baku (standar).
  • Produksi Proses.
produk dihasilkan oleh proses yang berjalan secara otomatis tanpa campur tangan pekerja. Menggunkan mesin-mesin dengan tingkat otomatisasi yang sangat tinggi, dan sangat terkontrol, dan mempunyai tingkat kepastian yang tinggi baik terhadap jumlah maupun terhadap karakteristik produknya.
Charles Perrow lebih memperhatikan teknologi pengetahuan daripada teknologi produksi. Ia mendefinisikan teknologi sebagai tindakan yang dilakukan individu terhadap sebuah objek, dengan atau tanpa bantuan alat atau perlengkapan mekanis, untuk membuat perubahan tertentu pada objek tersebut. Ia kemudian mengidentifikasikan hal tersebut dalam dua dimensi dasar, yaitu task variability dan problem analyzability yang kemudian dapat digunakan untuk menggambarkan matriks di atas yang mewakili empat jenis teknologi: routine, engineering, craft, dan non-routine.
Kajian Teoritis James Thomson Teknologi Organisasi merupakan cerminan dari kondisi lingkungan organisasi dan jenis kegiatan internal organisasi. Thomson membedakan teknologi organisasi menjadi tiga jenis, yang masing-masing menggambarkan jenis hubungan yang terjadi dengan konsumen /klien maupun jenis kegiatan internal dalam organisasi, yaitu;
  • Teknologi Rangkaian Panjang (Long-linked Tecknology)
  • Teknologi Perantara (Mediating Tecknology)
  • Teknologi Intensif (Intensive Tecknology)
Jay Galbraith memberikan perhatiannya pada masalah kepastian dari kegiatan organisasi dalam hubungannya dengan aspek perencanaan dan kebutuhan akan informasi dalam organisasi. Dalam pandangan Jay Galbraith organisasi dilihat sebagai tempat proses pemilihan atau seleksi informasi berlangsung. Gagasan Jay Galbraith ini merupakan suatu yang dapat diterima di kalangan pemikir teori organisasi kontemporer.Jay Galbraith telah mengidentifikasi lima strategi desain organisasi utama dalam dua kategori - kapasitas informasi pengolahan meningkat dan mengurangi kebutuhan pengolahan informasi.
  1. Pengurangan pengolahan kebutuhan informasi
  2. Manajemen lingkungan
  3. Penciptaan sumber daya slack
  4. Penciptaan tugas mandiri
  5. Meningkatkan kapasitas pemrosesan informasi organisasi
Dari berbagai penelitian mengenai teknologi dapat ditarik kesimpulan hubungan teknologi dengan struktur ternyata bersifat terbatas dan bahwa pengaruh teknologi terhadap struktur terasa pada bagian dari suatu organisasi ataupun pada organisasi yang ukurannya kecil. Sementara itu struktur suatu organisasi terutama pada organisasi besar, merupakan hasil akhir dari berbagai macam pengaruh yaitu pengaruh teknologi, ukuran, dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, maka dalam merencanakan desain dari suatu organisasi berukuran besar, sebaiknya organisasi besar itu dipandang sebagai suatu rangkaian bagian yang masing masing dipengaruhi oleh teknologi dengan cara yang berbeda-beda.
Rutinitas dan Teknologi
Organisasi memiliki kegiatan menyerap sumberdaya , mengolah serta memproduksi. rutinitas, merupakan SOP (Standar Operating Procedures) yang biasanya terdiri dari aturan, prosedur serta praktik yang telah dikembangkan untuk memenuhi keadaan yang diharapkan. Proses bisnis, merupakan sekumpulan dari rutinitas. Dengan mengamati proses bisnis kita akan dapat melihat/memahami bagaimana bisnis dalam perusahaan bekerja. Sedangkan Sistem informasi terkait dengan politik organisasi karena mempengaruhi akses ke sumber utama, yaitu informasi. Sistem informasi berpotensi mengubah struktur, budaya, politik, dan kerja organisasi. Alasan paling umum dari kegagalan proyek-proyek besar mengarah kepada hambatan perubahan politikal dan organisasional. Kedua hal ini jelas terkait karena dewasa ini rutinitas sebuah perusahaan penyaluran informasi pastilah menggunakan teknologi.
Unit kerja vs Tingkat Organisasional
Pada Unit kerja dukungan imparatif teknologi sangatlah dibuthkan karena mereka hanya sedikit mengalami masalah konseptual dan metodologikal yang homogen dan karena ukuran unit kerja yang kecil.
Sebaliknya pada tingkat organisasional banyak masalah mengenai konsep dan metodologi dan pandangan mengenai teknologi relatif heterogen sehingga realisasi pengaruh teknologi pada struktur relatif kecil.
Teknologi Organisasi Perusahaan Manufaktur dan Non-Manufakur
Penelitian Universitas Aston di Birmingham Inggris. Tempat pusat kajian rumusan skala klasifikasi teknologi organisasi, yang dapat dipergunakan baik untuk organisasi manufaktur maaupun non-manufaktur. Aston menemukan tiga variabel yg dianggap merupakan gambaran dari aliran kegiatan kerja suatu organisasi yaitu;otomatisasi peralatan, fleksibilitas aliran kegiatan, dan ketelitian evaluasi program. Ketiga variabel teknologi tersebut erat hubungannya satu sama lain. Karena itu Aston menggabungkan ketiga variabel tersebut menjadi satu skala pengukuran teknologi dan dinamakan integrasi aliran kegiatan (worflow integration). Makin tinggi angka integrasi aliran kegiatan suatu perusahaan menunjukkan tingkat otomatisasi peralatan yanag lebih besar, aliran kegiatan yang lebih kaku, dan ketelitian evaluasi proses yang lebih tinggi
Pengaruh TI pada struktur Organisasi
Pengunaan TI yang lebih tinggi: Sebagian besar organisasi menggunakan beberapa bentuk Teknologi Informasi, tetapi organisasi yang dinamis dan mempunyai rutinitas kerja yang rendah lebih intens menggunakan TI
Pengaruh terhadap komunikasi dan koordinasi: TI memfasilitasi organisasi supaya organisasi bisa melakukan  komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dan tantangan kerja yang kompleks dapat dilaksanakan
Pengaruh terhadap manajer middle: Pada perusahaan yang tersentralisasi adanya TI mengurangi jumlah manajer mid yang ada, sebaliknya di organisasi yang menganut sistem desentralisasi jumlah manajer mid malah meningkat.
Pengaruh terhadap pengambilan keputusan: TI mendukung terciptanya keputusan-keputusan tingkat bawah.
Pengaruh terhadap teknologi komunikasi: TI tentu saja mengurangi biaya yang harus dikeluarkan organisasi untuk berkoordinasi dan berkomunikasi
Pengaruh terhadap struktur departemen TI: Struktur departemen TI akan mengikuti struktur organisasi baik bersifat sentralisasi ataupun desentralisasi.
Hubungan antara Teknologi dan kompleksitas,formalisasi dan sentralisasi:
Hubungan  antara teknologi dan kompleksitas adalah untuk mengendalikan aktivitas struktural dalam organisasi semakin tinggi rutinitas teknologi kompleksitas semakin rendah, demikian juga sebaliknya.
Hubungan antara teknologi dan formalisasi: Hubungan antara teknologi dan formalisasi bersifat positif karena formalisasi yang tinggi adalah akibat dari baiknya istrumen koordinasi dalam hal ini teknologi, tetapi hal tersebut hanya terbukti untuk organisasi skala kecil karena dalam organisasi yang berukuran besar, asosiasi tersebut lambat laun menghilang.
Hubungan antara teknologi dan Sentralisasi: hubungan keduanya sebenarnya tidak konsisten, tetapi hal ini bisa ditengahi orlah formalisasi, Rutinitas teknologi dapat mendukung sentralisasi jika peraturan dan regulasi minim,tetapi ketika peraturan dan regulasi lebih ketat, rutinitas teknologi mendukung desentralisasi.
Referensi:


Robbins, Stephen P. and Neil Barnwell, Organisation Theory. 4th edition, Australia, Prentice Hall 2002
teori organisasi managemen by willy's ardian on Prezi l   diambil pada 12 April 2014 pukul 11.23 WIB
perilakuorganisasi.com/charles-perrow.html   diambil pada 12 April 2014 pukul 11.23 WIB
ardhianasita.wordpress.com   diambil pada 12 April 2014 pukul 11.23 WIB