Minggu, 30 Maret 2014

Erwin A. Lihawa
041211232124


STRATEGI
Apa Itu Strategi?
Strategi dan tujuan memiliki arti yang berbeda. tujuan berkaitan dengan hasil akhir, sedangkan strategi berkaitan dengan cara dan hasil akhirnya. Strategi merupakan rangkaian dari perlakuan terhadap sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.


Tahapan Strategi
1. Corporate Level Strategy, ini mencari jawaban terhadap pertanyaan “pada set bisnis apakah kita harusnya berada?”. Ini menentukan dimana peran setiap bisnis di dalam organisasi.
2. Business Level Strategy mencari jawaban dari pertanyaan “bagaimana seharusnya kita berkompetisi dalam setiap bisnis kita?”. Bagi organisasi di bermacam bisnis, setiap divisi harus memiliki strateginya masing-masing yang membagi produk atau servis apa yang akan diberikan kepada kostumer, apa yang diinginkan konsumen, dan sebagainya.


Awal dari Chandler’s Strategy-Structur Thesis
Pada dasarnya dia berargumen bahwa organisasi biasanya dimulai dengan sebuah produk. Mereka hanya melakukan satu kegiatan. Penelitian Chandler menemukan bahwa sebuah organisasi akan berubah menjadi strategi multi-produk, organisasi mengadopsi struktur divisional. Pada akhirnya, jika ini terus bertumbuh menjadi penggolongan produk, strategi harus disesuaikan lagi jika efisiensi ingin dicapai.


The Research
Penelitian menemukan bahwa teori ini memiliki keterbatasan. Banyak penolakan muncul, namun penolakan ini tidak dapat dianggap cukup untuk menolak teori ini. Studi menunjukkan terkait atau tidaknya bisnis strategi ini, tergantung dari jenis struktur fungsinya.


Kesimpulan
Analisis Chandler menunjukkan hanya kepada satu fase dalam ekspansi industry, dan kebisaan untuk diterapkannya kepada pengalaman organisasi dan teknologi saat ini bisa saja terbatas.


Contemporary Strategy-Structure Theory


Miles and Snow’s four strategic types.
1. defenders, organisasi yang strateginya untuk memproduksi sebuah set dari produk yang diarahkan pada bagian sempit dari pasar yang potensial
2. prospectors, organisasi yang strateginya mencari dan mengeksploitasi produk baru dan kesempatan pasar
3. analysers, organisasi yang strateginya berpindah ke produk baru atau ke pasar yang hanya jika kemungkinan hidupnya telah terbukti
4. reactors, sebuah strategi residual yang menjelaskan bahwa organisasi mengikuti pola yang tidak konsisten dan tidak stabil.


Porter’s competitive strategy
Menurutnya tidak ada perusahaan yang bisa sukses dijalankan diatas rata-rata dengan mencoba menjadi semua hal untuk semua orang.
-Cost leadership strategy, bertujuan untuk mencapai biaya termurah dalam sebuah industry
-Differentiation strategy, bertujuan untuk mencapai posisi yang unik dalam sebuah industry dengan cara yang telah dinilai banyak oleh para pembeli
-Focus strategy, bertujuan untuk mendapatkan rata rata biaya atau perbedaan keuntungan pada segmen yang sempit
-Stuck in the middle, organisasi tidak bisa meningkatkan keuntungan kompetitif melalui satu jenis strategi.


Strategi dan Globalisasi
-International strategy, untuk mentransfer kemampuan yang berharga dan pengetahuan akan produk ke pasar luar negeri
-Multidomestic strategy, untuk mencapai respon local yang maksimum, dengan produk yang disesuaikan sesuai dengan kondisi local
-Global strategy, menurunkan biaya dengan menjual produk ke basis global
-Transnational strategy, usaha untuk pencapaian maksimum terhadap respon local, bersamaan dengan mencapai skala ekonomi global.


Limitation to The Strategy Imperative
Tidak ada yang berargumen bahwa strategi tidak bisa menentukan struktur. Organisasi tidak dapat merubah teknologi mereka secara mudah. Ketika manajemen merubah srategi, seringkali tidak ada perubahan yang langsung pada struktur. Strategi tidak berdiri sendiri melainkan sebagai impact atas struktur organisasional seperti teknologi dan lingkungan.


Bisakah Strategi Mengikuti Struktur?
Struktur bisa membatasi pilihan strategi atau channel strategy dalam beberapa tujuan. Sebuah studi dari dari perusahaan manufaktur besar menemukan bahwa strategi mengikuti struktur. Studi lain menemukan bahwa struktur mempengaruhi strategi.


The Strategy-Structur Relationship
Analisis sebelumnyamengatakan bahwa kategori dari industry memberikan pengaruh terhadap struktur. Ada kesamaan yang tinggi diantara kategori kategori industry. Kesamaanini membawa kita ke strategi yang cenderung memiliki elemen yang lebih besar, dan hasilnya dalam karakteristik structural sangat mirip.


The Power of Combinations-the Strategy of Industrial Network
Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah hubungan strategi dengan pengaruhnya pada industry network. Komponen untuk banyak produk yang kompleks, seperti motor atau mobil, diproduksi oleh network dari supplier yang terhubung, masing masing terspesialisasi pada komponen tertentu. Hasil akhir produk  pada network bisa mendapat sedikit hubungan bagi setiap bagian komponen. Tantangan bagi studi strategi dan struktur adalah untuk mengembangkan teori yang menghubungkan perlakuan individual untuk mengevolusi strategi pada network, khususnya sebagai strategi dari banyak network adalah bukan sebagai hasil dari perencanaan atau keputusan manajerial.



Sumber: buku Organisation Theory, edisi ke 4, Bab 5.
Nama      : RIA  RIZKI  NATHINIA
Nim    : 041211231254
Kelas     : J


TEORI ORGANISASI
Bab 5 – STRATEGI


    Strategi merupakan penentuan dari tujuan dasar jangka panjang dan sasaran sebuah perusahaan, dan penerimaan dari serangkaian tindakan serta alokasi dari sumber-sumber yang dibutuhkan untuk melaksanakan tujuan tersebut. Definisi tersebut tidak mengatakan kepada kita apakah strategi harus direncanakan lebih dulu ataukah timbul begitu saja. Hal ini sebenarnya mewakili dua pandangan mengenai strategi dan berhak mendapatkan lebih banyak perhatian. Dua pandangan tersebut adalah :
  1. Planning mode (model perencanaan), menjelaskan tentang strategi sebagai sebuah model perencanaan atau kumpulan pedoman eksplisit yang dikembangkan sebelumnya.
  2. Evolutionary mode (model evolusi), strategi yang tidak selalu harus merupakan rencana yang dipikirkan secara matang dan sistematis, bahkan strategi ini dapat berkembang dari waktu ke waktu sebagai pola dari arus keputusan yang bermakna.


Strategi Imperatif


Gambar 5.1 “Strategi Imperative”






Serangan terhadap strategi imperatif pada umumnya difokuskan pada 3 faktor, yaitu :
  1. Kebebasan manajerial atas perubahan strategi mungkin lebih sedikit dari yang dikatakan.
  2. Jika persaingan rendah, maka ketinggalan tersebut dapat mengakibatkan interaksi antara strategi dan struktur terlihat sebagai hampir tidak berhubungan.
  3. Struktur dapat menentukan strategi ketimbang sebaliknya.


Jenis-jenis Strategi
  1. Corporate-level strategy = Sebuah strategi di mana jika sebuah organisasi berada dalam lebih dari satu bisnis. Strategi ini menentukan peran yang harus dilakukan masing-masing bisnis di dalam organisasi.
  2. Business-level strategy = Sebuah strategi untuk menentukan bagaimana kita seharusnya dapat bersaing dimasing-masing bisnis kita.


Mengklasifikasikan Dimensi-dimensi Strategis
  1. Inovasi (inovation strategy) : Menunjukkan sampai sejauh mana organisasi memperkenalkan produk atau jasa utamanya yang baru, penemuan ini bersifat khas.
  2. Diferensiasi dalam pemasaran (marketing differentiation strategy) : Mencoba menciptakan
kesetiaan para pelanggan dengan cara memenuhi kebutuhan tertentu secara khusus.
Organisasi tersebut mencoba menciptakan kesan yang menguntungkan bagi produk-produknya melalui segmentasi pasar, iklan, dan harga yang bersaing.
  1. Breadth (breadth strategy) : Merujuk pada luasnya pasar yang dilayani perusahaan seperti variansi pelanggan, luas geografis, dan jumlah produk.
  2. Cost control (cost control strategy) : Memperhatikan sejauh mana organisasi dapat mengontrol biaya secara ketat, menjauhkan diri dari pembuatan inovasi atau biaya pemasaran yang tidak dibutuhkan, dan memotong harga penjualan produk dasar.


Tesis Strategi – Struktur Chandler
    Mempelajari hampir seratus perusahaan terbesar di Amerika dan berkesimpulan bahwa “struktur mengikuti strategi”. Tetapi klaim ini mempunyai hambatan oleh keterbatasan, ia hanya melihat organisasi besar, organisasi yang mencari laba. Ia memfokuskan diri pada pertumbuhan bukan keuntungan sebagai ukuran keefektifan. Namun demikian kelihatan tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa strategi mempengaruhi struktur pada tingkat atas perusahaan bisnis, pembuktian mengenai hal ini sangatlah banyak.


Teori Strategis – Struktur Kontemporer
Seperti telah disinggung sebelumnya, strategi adalah sebuah konsep yang luas dan dapat dibagi-bagi dalam sejumlah dimensi. Setelah karya Chandler pada permulaan 1960-an, penelitian yang paling penting mengenai hubungan strategi-struktur dilakukan Miles dan Snow. Selain itu, karya Michael Porter yang terkenal dengan strategi bersaing mempunyai relevansi langsung terhadap hubungan strategis – struktur. Akhirnya, Danny Miller mengembangkan sebuah kerangka kerja menyeluruh yang membantu kita mempersatukan terminologi mengenai strategi dan menilai dampaknya terhadap rancangan struktur.


Empat Jenis Strategi Miles dan Snow
Raymond Miles dan Charles Snow mengklasifikasikan organisasi berdasarkan tingkat sejauh mana mereka mengubah produk atau pasarnya ke dalam salah satu dari keempat jenis strategi : defenders, prospectors, analyzers, dan reactors.


Gambar 5.2 “Tipologi Strategik Miles dan Snow”
Strategi
Tujuan
Lingkungan
Karakteristik
Defender
Stabilitas dan efisiensi
Stabil
Kontrol ketat, pembagian kerja yang ekstensif, formalisasi tinggi, terpusat.
Analyzer
Stabilitas dan efisiensi
Perubahan
Kontrol cukup terpusat, kontrol ketat atas aktivitas yang ada, kontrol agak lepas untuk usaha baru.
Prospector
Fleksibilitas
Dinamis
Struktur lepas, pembagian kerja rendah, formalisasi rendah, terdesentralisasi.


Miller
Memperkenalkan sebuah kerangka kerja strategi yang terdiri atas 4 dimensi, yaitu : inovasi. diferensiasi pemasaran, breadth, dan pengendalian biaya yang mengintegrasikan dari teori pendahulunya yaitu Chandler, Miles, dan Snow.








Gambar 5.3 “Kerangka Kerja Integratif dari Miller”
Dimensi
Strategik
Tantangan Karakteristik
Inovasi
Untuk memahami dan mengelola produk, jenis pelanggan, teknologi dan pasar.
Penamatan pasar untuk melihat kebutuhan pelanggan, formalisasi rendah, desntralisasi, menggunakan badan koordinasi dan gugus tugas secara luas.
Diferensiasi pasar
Untuk memahami dan melayani prefensi pelanggan.
Kompleksitas moderat sampai tinggi, pengamatan yang ekstensif, serta analisis atas tanggapan pelanggan dan strategi pesaing, formalisasi moderat sampai tinggi, desentralisasi yang moderat.
Breadth :
  • Breadth innovation
  • Breadth stability
Untuk memilih jajaran produk, layanan, pelanggan, dan wilayah yang tepat.
Kompleksitas tinggi, formalisasi rendah, desentralisasi
Kontrol biaya
Untuk menghasilkan produk standart secara efisien.
Formalisasi tinggi, sentralisasi tinggi


Strategi Mengikuti Struktur
    Jika kita berpikir sejenak, maka sudah pasti dapat dikatakan bahwa struktur bisa mempengaruhi strategi. Struktur dapat memotivasi atau menghalangi tindakan strategis, selain juga menghambat pilihan strategis. Misalnya, keputusan strategis yang dibuat pada struktur yang disentralisasikan biasanya idenya kurang bervariasi dan mungkin akan lebih konsisten sesudah jangka waktu tertentu dibandingkan organisasi yang disentralisasi di mana masukan tersebut kemungkinan besar akan bermacam-macam jenisnya dan orang-orang yang memberikan masukan pun berubah, bergantung pada situasinya,


Hubungan Industri dengan Struktur


       


Industri tempat beroperasinya organisasi dianggap sebagai faktor yang mempengaruhi strategi dan struktur, industri berbeda dalam hubungannya dengan kemungkinan pengembangannya, kendala peraturan pemerintah, hambatan untuk memasuki industri tersebut, dsb. Kebanyakan perusahaan dalam sebuah industri tertentu mempunyai kesamaan dalam karakteristik-karakteristik tersebut. Hasilnya adalah bahwa perusahaan dalam kategori-kategori industri cenderung mempunyai sistem yang sama.
Nama     : Juniati Panjaitan
Nim     : 041211231017
Teori Organisasi
STRATEGI
Apa itu strategi?
Strategi adalah penentu dari tujuan dasar jangka panjang dan sasaran sebuah perusahaan, dan penerimaan dari serangkaian tindakan serta alokasi dari sumber – sumber yang dibutuhkan unttuk melaksanakan tujuan tersebut. Para manager mengidentifikasikan arah tujuan mereka; kemudian mereka mengembangkan rencana yang sistematis dan terstruktur untuk mencapai hal tersebut.
Jenis jenis strategi
Ada 4 yaitu ; Strategi Integrasi yang meliputi strategi integrasi depan,integrasi belakang,dan integrasi horizontal. Kelompok strategi yang kedua adalah strategi intensif yang meliputi mencari pangsa pasar,mengembangkan pasar dan mengembangkan produk. Selanjutnya adalah kelompok strategi diversifikasi yang meliputi strategi diversifikasi terkait dan tidak terkait. Serta kelompok strategi yang terakhir adalah strategi defensive.  Bagi perusahaan yang melakukan muti bisnis , setiap devisi akan mempunya strategi masing masing yang menetapkan produk atau jasa yang akan ditawarkan, para pelanggan yang akan dicapainya.
Mengklasifikasikan Dimensi – Dimensi strategis
  • INOVASI
Innovation strategy bukan berarti stratgy yang hanya melakukan perubahan sederjana dan bersifat kosmetik saja dari penawaran – penawaran sebelumnya, tetapi merupakan inovasi yang berarti dan kas.
  • Diferensiasi dalam Pemasaran
Differentiation strategy mencoba mencitakan kesetiaan para pelanggan dengan cara memenuhi kebutuhan konsumen. Dangan cara menciptakan kesan yang menguntungkan melalui iklan, segmentasi pasar, dan harga yang bersaing.
  • Breadth. Breadth strategy merujuk pada luasnya pasar yang dilayani perusahaan.
  • Cost Control
Memperhatikan sejauh mana organisasi itu mengontrol biaya secara ketat, menjauhkan diri dari pembuatan inovasi atau biaya pemasaran yang tidak dibutuhkan.
Empat jenis strategi miles dan snow
  1. prospectors adalah jenis perusahaan yang menggunakan strategi yang mementingkan pada inovasi, dan kreativitas untuk menciptakan produk baru atau pasar baru. Perusahaan berusaha untuk selalu menjadi pioneer dalam bersaing, dan rela mengorbankan internal efisiensi untuk berinovasi, dan kreasi.
  2. Defenders, yaitu organisasi yang menekankan penggunaan strategi stabilitas, dan kelangsungan hidup usaha. Perusahaan ini sangat mempertahankan inti bisnisnya atau core business, tanpa banyak melalukan perubahan. Perhatian pimpinan organisasi pada stabilitas jangka panjang.
  3. Analyzers, yaitu perusahaan yang menggunakan strategi diantara defenders, dan prospectors. Artinya perusahaan ini tidak terlalu berani mengambil resiko besar dalam berinovasi, tetapi tetap berusaha menciptakan keunggulan dalam pelayanannya kepada pasar.
  4. Reactors, yaitu jenis perusahaan yang lebih banyak ditekan oleh lingkungan, karena kurang memperhatikan adanya perubahan lingkungan dan sistem persaingan. Perusahaan jenis ini lebih mementingkan efisiensi, menekan biaya termasuk menekan pada sumberdaya manusia
Strategi bersaing dari porter
Menurut Michael Porter, ada tiga landasan strategi yang dapat membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus. Porter menamakan ketiganya strategi umum (strategi generik). Keunggulan biaya menekankan pada pembuatan produk standar dengan biaya per unit sangat rendah untuk konsumen yang peka terhadap perubahan harga. Diferensiasi adalah strategi dengan tujuan membuat produk yang menyediakan jasa yang dianggap unik di seluruh industri dan ditujukan kepada konsumen yang tidak terlalu peduli dengan perubahan harga. Fokus berarti membuat produk dan menyediakan jasa yang memenuhi keperluan sejumlah kelompok kecil konsumen.
Kerangka kerja integratif dari miller
Dimensi : inovasi > untuk memahami dan mengelola produk, jenis pelanggan, teknologi, serta pasar
Diferensiasi  > untuk memahami dan melayani preferensi pelanggan.
Breadth > untuk memilih jajaran produk, layanan pelanggan dan wilayah yang tepat.
Kontrol biaya > untuk menghasilkan produk standar secara efesien
Hubungan industri – struktur
INDUSTRI   STRATEGI STRUKTUR